29 Oktober 2019 15:34:43
Ditulis oleh Admin

Musyawarah Desa Penyusunan Rancangan RPJM Desa Tahun 2020 - 2025 Desa Tegalrejo

http://www.tegalrejo-merakurak.desa.id/ - Selasa (29/10/2019) bertempat di Balai Desa Tegalrejo Kecamatan Merakurak diadakan Musyawarah Desa (Musdes) Penyusunan Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Tahun 2020 - 2025 (RPJM) Desa. Musdes yang diselengarakan oleh Badan Permusyawatan Desa (BPD) tersebut di hadiri oleh Bapak Sumartaja selaku Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Merakurak, Pendamping Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa Tegalrejo, LPMD, RT/RW, perwakilan/tokoh perempuan dan tokoh masyarakat serta tokoh agama.

Acara ini diawali sambutan oleh kepala Desa Tegalrejo, beliau menyampaikan ada 123 usulan pembangunan fisik maupun pemberdayaan. Usulan tersebut merupakan hasil rekap Tim Penyusun RPJM Desa dari musyawarah dusun (musdus) yang telah dilaksanakan sebelumnya di masing - masing dusun. Dengan memberikan form atau list usulan pembangunan yang diedarkan pada setiap RT diseluruh dusun Taraan, Karangrejo dan Becok. Sehingga bisa terhimpunlah semua usulan masyarakat Desa Tegalrejo.

Pada waktu yang sama Sekcam Merakurak dalam sambutannya menyampaikan bahwa setelah dilantik Kepala Desa yang baru, maka selambat-lambatnya 3 bulan setelahnya wajib menyusun RPJM Desa untuk perencanaan desa dalam kurun waktu 6 tahun. Dilanjutkan penyusunan RKP Desa untuk perencanan desa selama 1 tahun sebagai dasar penyusunan APB Desa. Dalam hal ini lebih mengutamakan pembangunan fisik atau pemberdayaan yang sangat mendesak dan darurat. Lebih lanjut pak Sumartaja mengaskan, seyogynya dalam penyusunan RPJM Desa harus meliputi lima indikator sebagai berikut: 1. Indikator bidang keshatan/KB, 2. Indikator peningkatan sumber daya ekonomi, 3. Indikator pendidikan, 4. Indikator gotong royong dan sosial budaya, 5. Indikator keamanan.

Sebelum ketua BPD memulai serta memimpin rapat, Pendamping Desa Pemberdayaan Kecamatan Merakurak mensosialisasikan tentang RPJM Desa secara singkat dan mudah dipahami. Bahwa pendapatan desa dalam APB Desa bersumber dari PAD (pendapatan asli desa), ADD (alokasi dana desa) dari kabupaten, Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah, Bantuan Keuangan Kabupaten dan DD (dana desa) dari pemerintah pusat. Imbuhnya, inovasi desa yang diikutkan pada bursa inovasi desa setidaknya masuk kegiatan tahun anggaran pertama, penanggulangan stunting atau terlambat tumbuh dewasa juga masuk tahun anggaran pertama, dilanjutkan pemberdayaan keluarga yang dimulai dari pembinaan pranikah, nikah, bahkan sampai melahirkan dan seterusnya. Diakhir sambutannya beliau berpesan bahwa desa boleh membangun bangunan yang menjadi aset desa, TK/PAUD yang di naungi desa, gapura pariwisata, pembiayaan kearah pemberdayaan dan tidak boleh dipakai bangun jalan hotmix karena tidak memenuhi persyaratan padat karya tunai (PKT). PKT yang dimaksud adalah kegiatan pembangunan desa yang melibatkan masyarakat desa sebagai pekerja dan minimal 30 persen dari biaya pembangunan digunakan untuk belanja upah pekerja.

Setelah sambutan dari Bapak Kepala Desa serta pejabat terkait, kini tibalah saatnya Musyawarah Desa Penyusunan Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Tahun 2020 - 2025 (RPJM) Desa. Dalam hal ini ketua BPD memimpin musyawarah sekaligus membacakan 123 usulan yang murni dari masyarakat Desa Tegalrejo yang merupakan hasil rekap Tim Penyusun RPJM Desa dari Musdus sebelumnya. Peserta yang hadir sangat antusias dengan jalannya musyawarah. Sesi berikutnya diadakan tanya jawab sekaligus revisi usulan yang dibacakan tadi sampai mufakat dan setuju apa yang tertera pada draf RPJMdesa 2020-2025 tersebut. Dari Usulan yang awalnya berjumlah 123 usulan menjadi 126 usulan, baik itu merupakan usulan yang merupakan kegiatan yang menjadi kewenangan lokal desa maupun kewenangan supra desa.

Sebelum acara berakhir, Sekretaris Dese Tegalrejo , Ahmad Shoim, S.Sos selaku Ketua Tim Penyusun RPJM Desa, membacakan hasil  akhir musyawarah Penyusunan Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Tahun 2020 - 2025 (RPJM) Desa. Serta mempresentasikan secuplik sejarah Desa Tegalrejo dan menyampaikan kepada peserta musyawarah bahwa hasil Musdes ini akan dipadukan dengan kegiatan sesuai RPJM Daerah dan selanjutnya dilaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) kemudian disahkan melalui Peraturan Desa dan diundangkan. (AS/TR)



Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus